[EVENT] Jerawat Membandel? Bisa Jadi Hiperandrogen Penyebabnya

by - March 28, 2018

Hi, Indonesians!

Kemaren aku bareng temen-temen beauty blogger diundang Beautynesia buat dateng ke acara 'Discover New Confidence' yang bertempat di Kizuna Sushi Surabaya.

Acara ini bekerja sama dengan GueSehat.com, sebuah platform di mana kita bisa baca banyak artikel tentang kesehatan, mengecek gejala penyakit dengan symptoms-checker, hingga menyediakan direktori berbagai dokter dan klinik yang ada di Indonesia. You all should check the website out! I think it's very informative and a one-stop all-in-one health portal, kaya WebMD versi Indonesia gitu deh 😎

Secara keseluruhan, acaranya terdiri dari 2 sesi. Yang pertama adalah Talkshow bertopik 'Waspadai Hiperandrogen: Penyebab Jerawat Membandel pada Wanita' yang disampaikan oleh dr. Santi Sadikin dari Iris Beauty Clinic Surabaya. Kemudian dilanjutkan dengan sesi beauty class cara menutupi  kulit jerawat dengan makeup sehari-hari yang ringan, bersama Miki MUA Surabaya.

Dari event ini, aku dapet banyak banget ilmu, terutama tentang Hiperandrogen dari dr. Santi Sadikin yang memang sudah berkecimpung di dunia estetika medis selama lebih dari 20 tahun 😍

dr. Santi Sadikin, CEO Iris Beauty Clinic

Jadi, kali ini aku mau sharing tentang pengetahuan baru yang aku dapetin dari event 'Discover New Confidence', yaitu tentang Hiperandrogen sebagai penyebab jerawat membandel pada wanita.

Apa itu Hiperandrogen?

Hiperandrogen atau hiperandrogenisme sendiri adalah kondisi medis yang ditandai dengan kadar hormon androgen (hormon laki-laki) yang berlebih pada tubuh perempuan, mengakibatkan ketidakseimbangan hormon dan dapat berefek ke penampilan fisik.

Kaya yang udah diajarin di kelas IPA/Biologi waktu kita masih duduk di bangku sekolah dulu, kita tentunya tau kalo perempuan dan laki-laki masing-masing punya hormon yang berbeda dengan kadar/takaran yang berbeda pula. Perempuan punya hormon estrogen yang dominan (disebut hormon perempuan), dan sebaliknya laki-laki punya hormon androgen yang dominan (disebut hormon laki-laki).

Apakah perempuan juga punya hormon androgen/laki-laki juga punya hormon estrogen? Yes, tapi dengan kadar yang proporsional dan tentunya gak mengalahkan kadar hormon dominan itu tadi. Karena hormon bisa mempengaruhi penampilan fisik, misalnya estrogen bisa membuat payudara tumbuh, sedangkan androgen bisa membuat janggut tumbuh.

Gimana kalau misalnya ternyata di tubuh perempuan kebanyakan hormon laki-laki? Nah, itu lah yang disebut dengan hiperandrogen (kalau di tubuh laki-laki kebanyakan hormon perempuan, maka disebut dengan hiperestrogen).

Hiperandrogen adalah kondisi yang secara spesifik terdapat pada perempuan saja. Bahkan kalau dari penjelasan dr. Santi Sadikin, terdapat 10-20% perempuan yang mengalami gejala hiperandrogen.

Apa saja gejala Hiperandrogen?

Menurut dr. Santi Sadikin, gejala-gejala dari Hiperandogen klinis secara garis besar ada 4 gejala yang kemudian dapat disingkat menjadi SAHA, yaitu:

  • Seborrhoea: Kulit berminyak/bersisik (contoh: ketombe, kulit mengelupas)
  • Acne: Kulit berjerawat membandel
  • Hirsutism: Timbul bulu halus pada berbagai tempat yang tidak semestinya tumbuh pada tubuh perempuan (contoh: timbul janggut/jambang/kumis, bulu dada, bulu punggung, bulu tangan atau kaki yang lebat)
  • Androgenetic Alopecia: Rambut di kepala mengalami kebotakan
Skala keparahan Hirsutisme
Photo credit: Martin KA, Chang RJ, Ehrmann DA, Ibanez L, Lobo RA, Rosenfield RL, et al. (2008)
Ketimpangan kadar hormon menyebabkan jerawat dan bulu halus pada wajah sebagai gejala Hiperandrogen pada penderita PCOs

Selain mempengaruhi penampilan fisik, Hiperandrogen juga bisa memicu dampak psikis pada penderitanya, seperti rasa cemas yang berlebihan, ansietas, trauma emosional, depresi, tidak percaya diri, lebih sering bad mood, gangguan psikologis lain, bahkan tendensi untuk bunuh diri atau suicidal thoughts/tendencies ðŸ˜”

Karena ternyata perempuan dengan Hirsutisme dapat mengalami ketakutan sosial yang tinggi secara signifikan, bahkan takut untuk melakukan hal-hal yang biasanya banyak dilakukan orang seperti berkumpul bersama keluarga atau teman, karena takut di-judge akibat kondisi Hirsutisme mereka.

Apa penyebab Hiperandrogen?

Ternyata Hiperandrogen disebabkan oleh berbagai jenis faktor, mulai dari faktor endogen (dari dalam tubuh penderita) hingga faktor eksogen (dari luar tubuh penderita atau dari lingkungan).

Faktor Endogen

  • PCOS/Polycystic Ovary Syndrome (Sindrom Ovarium Polikistik), yaitu sebuah kelainan hormonal yang menyebabkan pembesaran ovarium dengan kista-kista kecil di permukaan ujung luarnya.
  • Hiperlapsia (meningkatnya jumlah sel sehingga murubah ukuran dari organ) dari fungsi kelenjar adrenal, baik yang didapat maupun yang bersifat kongenital/sudah ada sejak lahir.
  • Tumor di area ovarium/adrenal/hypophyseal/bronkhial.
Faktor Eksogen

  • Penggunaan kontrasepsi hormonal yang bisa mengubah kadar hormon dalam tubuh, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan kadar hormon pada tubuh perempuan (contoh: pil kontrasepsi oral kombinasi, dengan aktivitas efek parsial androgen).
  • Steroid anabolik atau anabolic–androgenic steroids (AAS), yang mana ia adalah obat-obatan yang mengandung hormon androgen alami maupun sintesis yang dikonsumsi untuk meningkatkan kadar protein dalam sel (biasanya banyak dikonsumsi olahragawan/atlet meski penggunaannya dilarang oleh berbagai federasi cabang olahraga).
  • Pengobatan kulit menggunakan kortikosteroid, baik yang berjenis sistemik (dengan cara dikonsumsi) maupun jenis topikal (yang diaplikasikan langsung pada kulit, seperti salep).
  • Makanan yang dapat melakukan konversi androgen lebih cepat atau bahkan menghambat hormon progesteron, seperti dairy atau susu, gandum, gula, soft drink, hingga kafein.

Apa perbedaan jerawat biasa dengan jerawat gejala Hiperandrogen?

Menurut penjelasan dr. Santi Sadikin, ada beberapa perbedaan antara jerawat biasa dengan jerawat sebagai gejala Hiperandrogen yang disebabkan karena ketidakseimbangan hormon, yaitu:

  • Jerawat yang disebabkan oleh Hiperandrogen atau kelebihan hormon androgen cenderung lebih sulit diatasi/ditangani dan disembuhkan bila dibandingkan dengan jerawat biasa.
  • Ia juga biasanya lebih parah dan lebih banyak berpotensi menimbulkan scar atau bekas luka yang sangat sulit dihilangkan bila dibandingkan dengan jerawat biasa.
  • Dapat timbul di berbagai area tubuh dengan densitas/kandungan kadar minyak yang banyak pada kulit, jadi gak melulu cuma di wajah tapi bisa di berbagai tempat lain.
  • Jerawat yang disebabkan oleh Hiperandrogen biasanya dilihat dari produksi minyak/sebum yang masih banyak, walaupun sang penderita sudah mencoba berbagai macam obat-obatan baik topikal maupun oral — tapi tetap gak membaik atau bahkan gak kunjung sembuh.

Bagaimana cara menyembuhkan jerawat membandel yang disebabkan oleh Hiperandrogen?

Setelah menjelaskan panjang lebar dan jelas mengenai Hiperandrogen, dr. Santi Sadikin kemudian memaparkan terapi untuk menyembuhkan Hiperandrogen yang terdiri dari berbagai jenis, mulai dari:

  • Terapi menggunakan anti-androgen, seperti Spironolactone, CPA, Finasteride, Flutamide, dan Progesterone, yang berfungsi menghambat hormon androgen pada tubuh perempuan
  • Mengkonsumsi kontrasepsi oral kombinasi (bisa dikonsumsi oleh perempuan baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah sekalipun, karena tujuannya untuk pengobatan)
  • Mengkonsumsi insulin-sensitizing drugs atau obat untuk membuat insulin di tubuh lebih sensitif, seperti Metformine (obat yang digunakan untuk mengatasi Diabetes tipe 2)
  • Mengaplikasikan obat Benzoyl Peroxide maupun Retinol topikal pada kulit yang terpengaruh jerawat yang disebabkan oleh Hiperandrogen
  • Mengkonsumsi antibiotik (harus dengan resep dokter)
  • Mengkonsumsi obat GnRH analog (Gonadotropin-releasing hormone, atau obat yang berfungsi melepaskan hormon Gonadotropin untuk membantu memperbanyak produksi hormon reproduksi perempuan, yaitu LH dan FSH, demi menyeimbangkan kembali kadar hormon perempuan)

Bagaimana cara merawat kulit berjerawat?

Sebagai dokter praktisi estetika medis, dr. Santi Sadikin punya berbagai tips perawatan yang bisa dilakukan di rumah buat kita-kita yang punya tipe kulit berjerawat, baik jerawat yang disebabkan karena Hiperandrogen maupun jerawat biasa (aku seneng banget waktu acara udah mulai masuk ke bagian ini! Haha secara gitu loh, kapan lagi dapet tips langsung dari ahlinya? 😍)

Yang pertama disarankan sama dr. Santi adalah DOUBLE CLEANSING! Yaktul Indonesians, berarti gak salah kalo selama ini aku selalu ngewanti-wanti semuanya buat melakukan double cleansing demi kulit yang lebih bersih = lebih sehat dan lebih bebas jerawat.

Buat yang masih belum tahu apa itu double cleansing, atau masih bingung gimana cara double cleansing yang baik dan benar, bisa baca artikel Cara Double Cleansing untuk Pemula.


dr. Santi juga menyarankan buat kita-kita semua supaya jangan lupa pake Toner. Setujuuu! Karena menurut beliau, Toner ini penting untuk menyegarkan kulit dan juga membersihkan pori-pori supaya tidak tersumbat (jadi kaya tahap lanjutan dari ngebersihin kulit, siapa tahu udah double cleansing juga masih ada kotoran dikit-dikit).

Untuk produk topikal yang berbentuk cream atau gel juga disarankan yang mengandung antibacterial properties atau antibakteri, supaya bisa turut mengatasi jerawat yang membandel karena bakteri.

Yang terakhir, jangan lupa juga buat pilih pelembab dan produk makeup untuk tipe kulit berminyak, supaya gak bikin produksi minyak makin banyak (yang mana kalo produksi minyak berlebih bisa menyebabkan timbulnya jerawat karena bikin pori-pori kesumbat).

My makeup look for the day


Kemaren aku pake makeup look yang natural dengan nuansa pink yang soft, sesuai dress code dari acara 'Discover New Confidence'. Kali ini aku gak pake mascara, eyeliner, maupun makeup mata lain sama sekali karena emang pengen look yang natural banget, sekaligus keburu-buru sebelum jalannya macet harus udah berangkat 😂

Details:

  • The Body Shop Instablur Primer
  • Maybelline Fit Me Foundation in shade '322'
  • Rimmel London Stay Matte Pressed Powder in shade 'Creamy Beige'
  • The Body Shop Brow & Liner Kit in shade 'Brown & Black'
  • Revlon Powder Blush in shade Mauvelous'
  • The Balm Mary-Lou Manizer Highlighter
  • NYX Soft Matte Lip Cream in shade 'Abu Dhabi' (base)
  • Too Faced Melted Matte in shade 'Drop Dead Red' (ombré)
Once again, thank you so much to Beautynesia for this opportunity! Jadi gak sabar buat dateng ke event-event bareng Beautynesia selanjutnya 💓 Terima kasih juga buat GueSehat.com yang udah jadi media partner buat event ini!

Got any questions and/or suggestions?
Kindly share them in the comment section below ♡

You May Also Like

0 comments

Follow our Instagram: @theindonesianskin